~Strawberry Cream Kiss ~ ^Part 3^

~Strawberry Cream Kiss ~ ^Part 3^

Ini ff adaptasi dari Novel yang judulnya sama “Strawberry Cream Kiss” karya Felice Cahyadi. Novel favorit aku, plus penulis indonesia favorit aku juga.. Disini aku ganti castnya ma Donghae, tapi nanti ada beberapa adegan yang aku tambahin dikit,, hehehe! Namanya juga adaptasi…

Happy reading.. ^^

>>> Prev

Padahal Donghaehanya tak mau kalo yeoja itu melihat wajahnya yang memerah. Ketika yeoja itu pergi tanpa berkata apapun Donghae mengusap wajahnya. Dalam keheningan, dia menikmati detak jantungnya yang berdegup kencang…

***

~Youngmi POV~

Aku bergegas menuju kelasku dan langsung duduk di kursiku. ‘Ya Tuhan,, apa aku tidak salah lihat?? Masa pagi-pagi udah berhalusinasi sih? Aku pasti salah lihat…’ batinku pada diri sendiri.

Tapi tadi itu benar-benar nyata.. ‘Ommoo,, mimpi apa aku semalam? Bisa-bisanya aku melihat Donghwa tertawa lepas seperti itu, bukan hanya tersenyum tapi TERTAWA!!’ Hanya dengan melihat Donghwa tertawa aku sampai shock seperti ini, wajah Donghwa kelihatan bahagia tampak jauh dari kata seram..

‘Kira –kira apa ya yang membuat Donghwa tertawa seperti itu? Tanyaku pada diri sendiri. ‘Andai saja aku yang bisa membuat Donghwa tertawa seperti itu, menyenangkan sekali…’ batinku

TAPI ITU TIDAK MUNGKIIIIN..

Namja seperti Donghwa pasti tidak suka dengan yeoja yang biasa-biasa saja sepertiku. Dia pasti lebih suka yeoja yang jago karate, ya bahasa kasarnya bad girl juga seperti dia.. ‘Ya Tuhaan,, sepertinya hanya keajaiban yang bisa membuat diriku mendapatkan Donghwa..’ pikirku pasrah

~Author POV~

Ada berita yang menggemparkan di Paran High School hari ini. Donghae yang pura-pura jadi Donghwa datang paling pagi di kelas 2-B, soalnya Ryeowook yang untuk pertama kalingya tidak masuk sekolah. Orangtua Ryeowook menelpon pihak sekolah dan mengatakan kalau Ryeowook terkena ‘campak’…

(Ryeowook: Ya elah Thor,, ga elit banged penyakitnya..

Me: ya sudah terima saja, daripada saya tulis Raja Singa?? Nah loh!!

Ryeowook: Arrrggghhh,,, gue cipok loh>>>

Me: Hayu atuh aku siap (terlentang) gkgkgk)..

Lanjuutt>>>

Pelajaran petama di kelas 2-B adalah matematika. Kim saenim mengucapkan salam dan memulai pelajaran dengan materi aljabar dan bilangan Logaritma. Donghae nyaris larut dalam penjelasan yang diberikan Kim saenim, tapi Donghae segera ingat kalau Donghwa selama sejarah sekolah disini tidak pernah dan tidak akan mungkin memperhatikan pelajaran. Sambil berusaha cuek Donghae mengeluarkan komik Naruto dari dalam tasnya, dan dengan lebih malas lagi Donghae-pun mulai membacanya..

1 menit…

5 menit…

10 menit…

ANDWEEEE….

Donghae sama sekali tak bisa membaca komik itu, dia tak berminat dengan komik milik Donghwa tersebut. Konsentrasinya bukan pada komik, tapi pada penjelasan yang diberikan Kim saenim di depan kelas. Donghae melempar komiknya asal.

‘Lebih baik aku tidur..’ pikir Donghae. Dengan lebih malas lagi dia menenggelamkan wajahnya di atas tanganya yang dilipat di atas meja. ‘Semoga aku bisa mengantuk..’ harapnya. Tapi sampai tangan Donghae kesemutan dia belu ngantuk juga…

‘Aissshhh! Baca komik tidak bisa, tidur tidak bisa juga…’ rutuknya dalam hati. *sini Hae-yeobo aku kelonin.. #plaakkk..* Akhirnya Donghae milih untuk bengong gaje, sesekali dia medengarkan penjelasan Kim saenim. ‘Masa  sich selama Donghwa sekolah disini dia tidak  pernah bengong? Imposibble…!!!’ pikirnya dalam hati.

—Istirahat—

~Masih tetep Author POV~

Donghae bingung mau ngapain di jam istirahat ini. Akhirnya Donghae memutuskan untuk jalan-jalan keliling sekolah sekalian bikin takut anal-anak yang berpapasan dengannya.. Kan seru tuh, pikirnya jahil.

Donghae berjalan kedepan ruang guru, dia melihat Youngmi yang baru keluar dari ruangan tersebut. Jantung Donghae nyaris berhenti berdetak, napasnya jadi tak teratur,lutunya lemas dan keringat dingin mengalir di pelipisnya *lebaaayy*.

Mulut Youngmi sedikit terbuka, jantung yeoja itu juga tak kalah error. Youngmi bingung ‘haruskah aku nyapa duluan?.’pikirnya

Donghae menelan ludah.. ‘Aigooo, baru sehari nyusup kesini kenapa selalu bertemu dia. Memang jodoh kali ya? Hehehe, aduh bagaimana ini?? Aku sapa tidak ya?’ gumam Donghae dalam hati. Donghae masang tampang belagu khas Donghwa sambil menatap Youngmi yang takut melihat ekspresinya.

“Anyoeng…” sapa Donghae akhirnya. Dengan susah payah dia mengeluarkan 7 huruf itu.

Youngmi nyaris pingsan. ‘Ommo,, ommo,, ommo.. Donghae nyapa, Donghae nyapa? Batinnya tak percaya. “Anyoeng….” Balas Youngmi sambil tersenyum manis.

Donghae malah bingung mau ngapain, dia cuma garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal dan tiba-tiba ketombe serta kutu dan teman-temanya berjatuhan dan terlihat menggelantung di ujung rambut Donghae.. * bo’ong deh hehehe, author garing kriuk.. kriuk.. #dijitak Hae*

Tiba-tiba Jung sajangnim keluar dari ruangannya. Donghae cuek saja seolah-olah tak ada orang yang keluar dari ruang kepala sekolah, sedangkan Youngmi malah sibuk mengucapkan salam sambil membungkuk ke arah Jung sajangnim.

“Selamat pagi Sajangmin.” Sapa Youngmi sopan

“Pagi juga Youngmi.” Balas jung sajangnim ramah.. “Apa kabar Donghwa?” Tanya Jung sajangnim

Donghae masang tampang sok Cool ala Donghwa. “Baik-baik saja Kim sajangnim.” Balasnya datar

Alis Jung sajangnim bertaut, begitu juga Youngmi. Mata Donghae membelalak, dia bingung kenapa orang yang ada didepannya seperti keheranan, begitu juga dengan yeoja cantik yg ada didepannya ini. Jung sajangnim hanya geleng-geleng kepala.

“Mungkin dia habis mabuk semalam Youngmi.” Kata Jung sajangnim maklum

Youngmi hanya tersenyum kaku. Setelah Jung sajangnim berlalu, Youngmi menatap Donghwa dengan heran. “Kau lupa nama kepala sekolah kita?” Tanya Youngmi langsung

Seketika Donghae merasa jantungnya melorot ampe pantat (?), wajahnya merah karena malu. Donghae malah masang tampang bego. ‘Pasti aku salah sebut nama tadi, aissshh Lee Donghae pabooo.’ Rutuknya dalam hati.

Youngmi hanya tersenyum. ‘Aigoo, Donghwa lucu banget kalo lago blo’on kaya gitu.’ pikir Youngmi gemas. “Nama kepala sekolah kita itu Jung Yunho sajangnim, kalo wakil kepala sekolah sekaligus guru matematika kita baru namanya Kim Heechul Songsaenim.” Jelas Youngmi lalu melangkah pergi.

Tanpa sadar Donghae malah mengikuti Youngmi yang sekarang mereka malah berjalan berdampingan, tentu saja ini menjadi pemandangan luar biasa bagi para murid yang lainnya. Donghae bingung sebenarnya Youngmi mau kemana, dan ternyata Youngmi berjalan kearah taman. ‘Hmmm, aku ikut sajalah..’ gumam Donghae dalam hati.

Sebenernya Youngmi juga bingung mau kemana, dan Donghwa malah ngikutin dia. Youngmi seneng banget, pikirnya. Donghae sekali-kali nyuri pandang kearah Youngmi, yeoja yang membuatnya rela melakukan semua ini, menyamar jadi Donghwa. Semuanya demi dia, demi Youngmi. Tapi kalo sudah berdekatan seperti ini Donghae malah keringet dingin, jantungnya terus berdegup kencang.

Donghae bingung mau ngomong apa. Apalagi suasananya sepi seperti ini, di taman pula! Di taman ini banyak bunga-bunga yang cantik, apa aku petik satu dan kasih ke Youngmi ya?? Pikir Donghae dalam hati. Ckckck,,, Donghae senyum sendiri, tak disangka dia bisa punya imajinasi kampungan macam itu, seperti di film India saja, pikirnya.

Donghae lalu menatap Youngmi, tatapan ala Donghwa tentunya. “Nanti pulang sendirian??’ tanyanya datar. Youngmi hanya mengangguk.

“Boleh kuantar???” Tanya Donghae lagi masih agak jutek tapi dengan wajah yang memerah. Donghae mengalihkan pandangannya kearah lain saking malunya menatap Youngmi.

Youngmi melirik namja yang ada didepannya sekilas, dan ia sempat melihat wajah namja itu bersemu merah.. ‘Huaaaa, Donghwa imut banget. Mukanya bisa merah juga.’ Pikir Youngmi gemas.

“Boleh..” ucap Youngmi sambil tersenyum. Donghae-pun mulai membalas senyum meskipun masih ada aura juteknya.

—Donghwa’s Rooms—

~Author POV lagi~

“Pagi-pagi udah beté…” gumam Donghwa.

Bagaimana tidak?? Pagi ini Donghwa harus pakai seragam Nadam High School yang super rapi, dasinya harus oke, sepatunya harus hitam, pokoknya tanpa cela sedikitpun deh..

“Aissshhhh,,, menyebalkan…” teriaknya. Apalagi ketiga anting di telinganya harus dilepas. Dengan pasrah Donghwa menatap bayangannya di cermin.

“Hhooo,, apa Donghae selalu seperti ini jika akan berangkat sekolah?? Rapi sekali, seperti eksekutif muda saja.” Gumam Donghwa.

Di depan cermin Donghwa terus melatih senyumnya. Yaaah,, kembarannya kan tukang senyum sejati, makanya dia berlatih supaya senyumnya bisa seluwes Donghae. Setelah 20X senyum-senyum gaje didepan cermin, Donghwa merasa pede dan langsung memacu mobil Donghae menuju Nadam High School. Sesampainya di sekolah Donghwa memarkirkan mobilnya dan berjalan masuk ke gedung sekolah.

‘Inget, senyum! Jangan pasang tampang belagu!’ tegas Donghwa dalam hati.

Di depan pos jaga dua orang satpam tersenyum lalu menyapa Donghwa. “Pagi Lee Donghae-ssi?” Donghwa yang biasanya cuek langsung memasang senyum pasta gigi dan membalas sapaan satpam tadi. “Pagi juga bapa-bapa.” Balasnya ramah..

Donghwa berjalan menyusuri koridor menuju kelas Donghae, kelas 2-A. Di sepanjang koridor murid-murid yang berpapasan dengannya menatap dan tersenyum padanya. Kalo Donghwa sedang tidak berpura-pura jadi Donghae dia pasti akan berkata ‘Apa lihat-lihat, gue kepret luh…’, tapi Donghae tidak akan berkata seperti itu, makanya Donghwa membalas senyum murid-murid itu sambil mengutuk di dalam hati.

Ketika sedang sibuk membalas senyum dari murid yang berpapasan dengannya, Donghwa di kagetkan dengan sapaan tiga yeoja cantik.

“Anyoeng Donghae-ah…” sapa ketiga yeoja itu kompak.

“Ah… anyoeng…” balas Donghwa pelan sambil tersenyum . ketiga yeoja itu mendekati Donghwa dan mengerubuti Donghwa.

“Udah sarapan belum??” Tanya yeoja 1.

‘Aissshh, yeoja-yeoja ini agresif sekali. Apa Donghae selalu seperti ini setiap paginya? Kasihan sekali bocah itu.’ Rutuk Donghwa dalam hati.

“Emmm, sudah.” Sahutnya malas tapi tetep senyum.

“Kau mau kan menemani kami makan di kantin??” Tanya yeoja 2 dg manja.

‘Mwooo, memangnya kau siapa sampai aku harus menemanimu makan, dasar yeoja rese.’ Pikir Donghwa kesal. Namu karena saat ini Donghwa lagi jadi Donghae, maka jawabannya harus lembut selembut-lembutnya (lama-lama jadi lelembut tuh si Donghwa).

“Mianhae,,, aku harus kekelas.” Kata Donghwa akhirnya

Yeoja ke-3 langsung bergelayut manja di lengan Donghwa *udah kaya monyet gelayutan*. “Ihhh, Donghae sombong nih! Kalo kita ajak tidak pernah mau.” Katanya manja.

‘Astaga, susah sekali lepas dari 3 nenek sihir ini.’ Rutuk Donghwa dalam hati. Rasaya dia ingin sekali berteriak ‘Minggir kalian semua dasar yeoja-yeoja gila, pagi pagi udah ganjenin gue!’tapi sudah pasti Donghwa tidak akan membentak ketiga nenek sihir ini, demi menjaga reputasi Donghae tentunya.

“Bukan sombong, tapi aku benar-benar harus kekelas.” Sahutnya selembut mungkin.

“Arrasseo, kalo gitu nanti siang mau kan pulang bareng??” seru yeoja 1 yang bau pafumnya ngalahin minyak nyong-nyong itu.

‘Hah..? Pulang bareng? Nebeng maksudnya? Mimpi aja loe…’ batin Donghwa. “Liaht nanti ya!” kata Donghwa dengan senyum paksa.

“Ya… kalian semua!!! Jangan ganggu Donghae!” teriak seorang yeoja kencang sehingga membuat Donghwa dan ketiga yeoja genit itu mengalihkan pandangannya.

‘Oh ghooosst, apalagi ini??’ batin Donghwa. Belum cukup ketiga nenek dihir ini gangguin dia, sekarang ditambah satu nenek sihir lagi. Ya Tuhaan,, bunuh aku sekarang juga! Pikir Donghwa.

“Shin Raena??” ucap ketiga yeoja genit itu.

“Ngapain kalian gangguin Donghae pagi-pagi hah??” Tanya Raena tajam.

“Itu bukan urusanmu, Donghae saja tidak keberatan. Iya kan Donghae-ah?” Tanya yeoja 2.

“Kalian ini benar-benar tidak tau malu!” ucap Raena kesal

“Mwooo? Apa kau bilang? Memangnya kenapa? Kau juga bukan siapa-siapanya Donghae kan?? Cerca ketiga yeoja genit itu bergantian.

“Kaliaaann,,!” Raena berdecak kesal, tapi dia juga bingung mau menjawab apa. Toh pada kenyataanya memang seperti itu kan?

Donghwa menghela napas berat. ‘Buset deh, yeoja-yeoja ini babo sekali,,, konyol,,, sumpah!’ batin Donghwa. “Sudah,, sudah jangan ribut.” Lerai Donghwa pelan plus senyum palsunya. “Lebih baik kalian kekelas, kita juga mau kekelas nih!” tambahnya lagi masih dengan senyum palsunya. ‘Setan,,, bibirku kaku nih, dari tadi nyengir terus.’ Pikirnya kesal

“Arrasseo,,, kalo gitu kita kekelas dulu ya Donghae-ah! Anyoeng…” seru ketiga yeoja itu kompak dan tersenyum genit pada Donghwa serta membuang muka ke arah Raena.

“Nde,, anyoeng!” balas Donghwa sok ramah

“Mereka sering gannguin kamu kan Hae??” tanya Raena lembut saat trio centil itu sudah raib

“Aku tak ambil pusing koq, kajja kita juga kekelas!” ucap Donghwa tenang. ‘Aku sudah semakin mirip denganmu Lee Donghae.’ Ucapnya dalam hati…

~Donghwa POV~

Yeoja yang bernama Raena ini terlihat sekali menyukai Donghae. Aku jadi kasihan pada bocah itu, tiap hari harus menghadapi fans-fansnya trio centil itu, menghadapi Raena… Aissshhhh

Saat aku sudah duduk di bangku sebelah Raena, di terlihat mengeluarkan sebuah kotak berwarna pink dari dalam tasnya. Aisssshhh, aku benci warna pink!

“Aku buatkan bekal untukmu loh Hae? Ucapnya sambil tersenyum

“Hah? Gowamo..” balasku ramah

“Aku masak sendiri loh…!” ucapnya lagi.

Donghae-ah, aku benar-benar kasihan padamu. Tak bisa kubayangkan betapa tersiksanya kau selama ini. Jadi ini yang kau bilang tidak enak dengan sikap Raena? Yeoja ini baik sekali sampai membuatkan Donghae bekal setiap hari, untuk itu dia pasti harus bangun pagi-pagi buta. ‘Ckkk, malang sekali nasibmu sodaraku.’ Mending aku, preman sekolah paling ngetop! Tidak ada yang berani mencari gara-gara denganku, sekali macam-macam ranjang rumah sakit sudah menanti.. hahahahaha

Bel-pun berbunyi, tanda jam pelajaran akan segera dimulai. Raena mengeluarkan buku Bahasa Inggrisnya dari dalam tasnya, aku juga mengikutinya.

‘Aissshhh, pagi-pagi pelajarannya Bahasa Inggris. Untuk apa lagi aku belajar Bahasa Inggris di sekolah? Toh nilai tes TOEFL-ku 725 (buset pinter amat). Bukan maksudnya sombong, tapi aku benar-benar malas. Apalagi guru Bahasa Inggris di Paran Hangeng saenim, benar-benar membuatku kesal padanya.. Logat saja masih bercampur dengan bahasa Cina-nya yang medok, berani sekali mengaar Bahasa Inggris. Cih!!’ Pikirku kesal

~Author POV~

Donghwa menguap lebar saat pelajaran Bahasa Inggris akan di mulai. Dia terus mengerjapkan matanya agar tidak ketiduran saat jam pelajaran. Bisa gawat kalau sampai itu terjadi, bisa-bisa seluruh penghuni NHS heboh bin gempar kalau tau bintang idolanya ketiduran di kelas.

Seorang yeoja muda memasuki ruang kelas Donghwa. “Good Morning class?” sapa yeoja muda itu ramah plus senyumnya yang mempesona

“Good morning, Miss..” balas murid yg lain

Donghwa yang tadinya udah ngantuk tingkat mbahnya dewa, dan matanya yang udah 0.555555 watt (?) kaget bukan main. Seketika matanya jadi bling-bling, dengan tampang idiot tapi tetep ganteng Donghwa terus memandangi yeoja muda yang berdiri di depan kelasnya itu.

‘Aigoooo, mwoya igeum? Itu Kim TaeHee kan? Benarkah Kim TaeHee ngajar Bahasa Inggris di sekolah Donghae? Kenapa bocah itu tidak pernah cerita?’ pikir Donghwa

Seketika Donghwa jadi semangat 45, matanya jadi seger sampai-sampai ada pelangi di matanya *Jamrud mode on* saking senengnya melihat pemandangan menakjubkan yang ada di depan kelas. Donghwa tidak bisa berhenti menatap saenimnya yang cantiknya luar binasah (?) itu.

“Donghae-ah, waeyo? Kenapa bengong, seperti baru pertama kali melihat Miss. Hyorin saja?” tanya Raena pelan

“Hah,,,,? Ah, a…aniyo!” sahut Donghwa gugup saat dia disadarkan dari lamunan sesaatnya. ‘Oh,,, jadi namanya Miss. Hyorin,” pikirnya. Cantik sekali dia, nama dan wajahnya benar-benar sempurna. Batin Donghwa sambil membuka-buka bukunya.

—Istirahat—

Saat istirahat Donghwa dengan cueknya menyantap bekal makan siang buatan Raena. ‘Enak juga.’ Pikirnya.. Sedangkan Raena hanya duduk manis sambil memperhatikan namja yang tampannya tiada tara ini sedang asik makan.

“Mashita??” tanya Raena dg senyum cerianya

“Nde,, mashita..” ucap Donghwa sambil terus mengunyah. Raena tersenyum puas mendengar jawaban najma pujaannya itu.

“Bulgogi-nya enak tidak?” tanya Raena

“Enak…” jawab Donghwa cepat

“Kimchi-nya tidak kepedasan kan??” tanya Raena lagi

Donghwa menggeleng. “Tidak, ini enak koq.” Katanya lembut padahal dalam hati Donghwa udah empet banget. ‘Ommo,, mati sajalah kau dasar yeoja cerewet. Kalau aku bilang enak ya berarti enak, kalau tidak enak sudah aku muntahkan dari tadi.’ Gerutunya dalam hati

“Kau tidak makan?” tanya Donghwa basa-basi

“Anni, aku sedang diet.” Sahut Raena, sumpah rempong banget deh nih yeoja satu, pikir Donghwa.

Sembari menunggu Donghwa makan, Raena mengeluarkan cermin dari dalam tasnya, meyisir rambutnya, mengamati wajahnya sebentar untuk memastikan semuanya baik-baik saja.. Donghwa melirik sekilas yeoja yang ada disbelahnya. ‘Ngapain sih Raena ngaca di kelas? Udah cantik koq.’ Pikir Donghwa

Raena yang merasa kalo namja disampingnya sedang memperhatikannya langsung memasukkan kembali cerminnya ke dalam tas. Raena menoleh kearah Donghwa sambil memperlihatkan senyum termanisnya yang mampu membuat namja manapun menggelepar (?) saking terpesonanya.. Ya,, kecuali Donghae dan Donghwa tentunya..

“Hae-ah…” panggil Raena manja. Alis Donghwa bertaut, bingung lengkap dengan ekspresi bertanyanya.

Raena memejamkan matanya sebentar. “Menurut kamu aku cantik tidak?” tanyanya polos

‘Hahhh? Sumpah nih yeoja satu gokil, pertanyaannya tolol.’ Batin Donghwa. Tapi karena Donghwa sedang jadi Donghae, dengan secepat kilat Donghwa langsung tersenyum teduh seperti yg biasa dilakukan Donghae. “Kau cantik koq…” kata Donghwa akhirnya.

Senyum Raena langsug terkembang lebar, dia sangat senang namja pujaannya memujinya cantik.

“Gomawoo” ucap Raena sambil mendekatkan wajahnya kearah Donghwa. “Kalo menurut aku Donghae juga ganteng, ganteeenng banget mirip Aiden Lee, member boyband Super Handsome (?)” kata Raena dengan memasang tampang aegyo-nya..

Donghwa tersenyum tipis . ‘Siapa yang mengharapkan pujian balik sih? Mau dibilang mirip kuli panggul di pasar sayur juga terserah, sabodo teuing..’ pikirnya ngasal…

T.B.C.

Mian kalo banyak typo.. mian juga kalo bahasanya ga sesuai EYD, sengaja aku bikin gak baku karena genrenya yang agak romance.. Nanti di part 4 bahasanya baru sesuai EYD ^^..

Don’t forget for RCL.. Gomawo readers.. ^^

Follow me @Yenis010191, mention if you want to follback.. ^__^

Created by: Ney Hae Wonkyu (Yenna Kim)