~Strawberry Cream Kiss ~ ^Part 1^

~Strawberry Cream Kiss ~ ^Part 1^

 

Ini ff adaptasi dari Novel yang judulnya sama “Strawberry Cream Kiss” karya Felice Cahyadi. Novel favorit aku, plus penulis indonesia favorit aku juga.. Disini aku ganti castnya ma Donghae, tapi nanti ada beberapa adegan yang aku tambahin dikit,, hehehe! Namanya juga adaptasi…

 

Happy reading.. ^^

 

 

~Author POV~

Bad Boy Number #1

 

Namanya Lee Donghwa, panggilannya Donghwa. Saat sedang asyik maen basket tiba-tiba terdengar suara menggelegar dari tepi lapangan memanggil namanya.

“Ya….. Lee Donghwa, cepat kemari!” seru Kim songsaenim, guru paling killer di sekolahnya. Disampingnya juga berdiri Jung Sajangnim kepala sekolah. Donghwa berlari kemudian menghampiri mereka.

“Saat istirahat kedua nanti datang ke kantor saya!” kata Jung sajangnim tegas.

Alis Donghwa bertaut. “Waeyo?” tanyanya bingung

“Pokoknya datang saja ke ruangan saya. Ada yang ingin saya bicarakan.” Balas Jung sajangnim

“Oke…” sahut Donghwa cuek

Kim saenim berdecak kesal. “Anting itu tolong dilepas Donghwa, saya sudah 100X menegurmu dalam seminggu agar melepaskan anting itu.”

Donghwa meraba teling kirinya, tiga anting bertengger manis disana. “Saya tidak mau melepas anting ini.” Balas Donghwa tersenyum kecut

Jung sajangnim segera menegur Donghwa agar sopan terhadan gurunya. Donghwa malah menyahut.

“Memangnya kalo saya tidak mau melepas anting ini artinya saya tidak menghormati Kim saenim? Saya tidak mau melepasnya, dan kalo sekolah melarang saya hanya bisa bilang kalo di Seoul ini masih banyak sekolah lain.” Tambah Donghwa nantang

“Cukup! Yang jelas nanti kau harus kekantorku saat jam istirahat kedua!” tegas Jung sajangnim.

Donghwa menggembungkan pipinya lalu mengangguk malas.

 

 

—Istirahat—

Seperti biasa di kantin ramai oleh siswa-siswi PHS, mereka bukan hanya berebut kursi dan meja tapi juga berebut oksigen. Dan ritual saat istirahat bukan cuma untuk mengisi perut, tapi juga untuk bergosip ria.

 

“Eh…. Kau tau tidak? Donghwa dipanggil ke kantor Jung sajangnim!” seru Chaeyeong semangat

“Again…?!” sahut Kyumin penasaran

“Emang tuh anak buat apa lagi sih?” tanya Sungmin yang baru gabung

“Molla,, tapi sepertinya ini ada kaitannya dengan kasus pemukulan terhadap Kim Youngwoon anak kelas 3-B.” sahut Chaeyeong sambil nyeruput ‘es cendolnya’ *mang di korea ada es cendol ya??*

“Youngwoon sunbae??? “ tanya Youngmi dan Sungmin bersamaan

“Namanya juga berurusan sama Donghwa, kalo bukan kuburan ya,, minimal rumah sakit deh..” ujar Kyumin

“Aku pernah melihat Donghwa menolong seorang Halmonie saat akan menyebrang, dan kalian tau saat itu wajahnya sama sekali tidak sangar, kaya malaikat malah.” Jelas Sungmin

“Aku hanya ingat saat Donghwa nonjok Kang saenim.” Kata Youngmi dengan muka yang memerah

Tawa Kyumin dan Chaeyeong meledak.. “Kalo itu sich dukung Donghwa 100%!” Kang saenim emang pantes ditonjok.” Seru Chaeyeong

 

Bicara soal Lee Donghwa memang sudah bukan hal yang aneh jika namja tampan plus sangar itu merupakan murid yang paling sering keluar masuk ruangan Jung sajangnim. Beragam pelanggaran dan kasus sekolah sudah dia koleksi. Mulai dari memukul seorang guru, merokok di lingkungan sekolah, berkelahi dan masalah lain yang udah jadi rutinitas sehari-hari sperti: tidur di kelas, bolos, tidak pake seragam dengan benar.. Oh my ghoosst!!

Lalu kenapa Donghwa ga di keluarin dari sekolah?? Tentu saja kalau kau seorang Lee Donghwa yang merupakan anak dari donatur nomor 1 dan prestasi akademiknya yang baik, mungkin pihak sekolah berpikir tidak masalah jika membiarkanmu tetap berkeliaran di lingkungan sekolah..

 

~ Youngmi POV~

Aku sedang berada di ruang guru sekarang, di kelas sedang ada pelajaran matematika. Kim saenim menyuruhku mengambilkan map di mejanya.

Setelah mendapat map yang diminta Kim saenim, aku segera kembali ke kelas. Tapi ketika melewati ruangan Jung sajangnim, aku mendengar suara ribut didalamnya. Segera kusipitkan mataku, clingak-clinguk kekanan dan kekiri untuk memastikan keadaan. Setelah aku rasa sepi aku mendekati ruangan Jung sajangnim dan mendekatkan diriku kea rah pintu.

“ Saya tidak tau lagi bagaimana menghadapimu Donghwa.” Ujar Jung sajangnim

“ Si brengsek itu yang cari gara-gara duluan, saya sebenarnya males ngadepin anak tengil kaya dia.” Sahut Donghwa

“Jaga kata-katamu Donghwa, orang tuamu sangat terhormat. Seharusnya kau bisa menjaga nama baik mereka.”

“Hahahaha,,, buat apa anda membawa nama orang tua saya? Mereka tidak ada hubungannya.”

“ Donghwa, coba katakana pihak sekolah harus bagaimana lagi?” Tiba-tiba ruangan Jung sajangnim sepi. Reflek aku lebih merapatkan telingaku di daun pintu.

“Kau sudah diberi perlakuan khusus di sekolah ini, semua pihak sekolah bisa maklum. Tapi kalu masalah kekerasan fisik itu tidak bisa di toleris.” Jelas Jung sajangnim

“Saya tidak melakukan kekerasan di sekolah.” Bantah Donghwa

“Kau membuat Kim Youngwoon kelas 3-b terkapar di rumah sakit, dank au bilang itu bukan kekerasan?” Tanya Jung sajangnim marah

“Saya kan tidak melakukannya di lingkungan sekolah,, seandainya si Youngwoon itu ko’it pihak sekolah tidak perlu ikut campur.” Bantah Donghwa lagi

“Aissshhh,, kenapa Donghwa selalu melawan sih?” gumamku pelan. Aku mendekatkan tubuh dan telingaku lagi kearah pintu

“Tapi orang tua Youngwoon menelepon pihak sekolah dan…” Belum sempat Jung sajangnim menyelesaikan perkataannya Donghwa sudah memotong,, “Kalo orang tua si brengsek itu minto pertanggungjawaban, suruh langsung menghadapku LEE DONGHWA.” Sahut Donghwa kencang

Seketika suasana hening, aku tidak bisa mendengar apa-apa lagi. Kontan aku makin merapatkan telingaku ke pintu, posisiku agak jongkok kali ini, benar-benar mirip pengintip.

“Aduh, kenapa tetap tidak ada suara?” gumamku pelan, dan…

 

BRRAAKK…

 

Tiba-tiba saja pintunya terbuka, aku kaget ½ mati dan…. “Uuppss….!”

Rasanya jantungku akan melompat dari tubuhku sekarang, keringat dingin mengucur deras di pelipisku, tubuhku serasa limbung. Bagaimana tida? Sekarang tubuh tinggi Donghwa sedang berdiri dihadapanku, ditambah lagi posisiku yang tidak pas, benar-benar mirip pengintip. Kyaaa,,,, memalukan sekali!!!

 

“Sedang apa kau?? Nguping ya??” Tanya Donghwa datar.

 

Aku langsung berdiri membetulkan posisiku, tapi dengan wajah tetap menunduk. Aku tidak berani menatap Donghwa.

Donghwa mendengus kesal, kemudian matanya menyusuri wajahku. Aku memberanikan diri menatapnya..

Ommooo,,, tatapannya sadis sekali, rasanya aku ingin menangis. Tak lama Donghwa langsung meninggalkanku yang masih shock dan ketakutan begitu saja, aku menatap punggungya dengan perasaan yang bergidik ngeri.

 

—Youngmis’s Rooms—

Aku benar-benar tidak bisa tidur mala mini, memalukan sekali kejadian tadi siang disekolah. “Kenapa aku harus nguping??” Rutukku sebal

Donghwa pasti sangat membenciku, tatapan matanya tadi begitu menyeramkan. Padahal dulu tatapan Donghwa begitu lembut saat dia menolongku dari kegenitan Kang saenim.

“Chankkaman,, menolongku?? Apa dia masih ingat pernah menolongku?? Pasti dia sudah lupa..” gumamku

Padahal sejak saat itu aku mulai menyukai,, aniyo mungkin aku jatuh cinta pada Donghwa, pada tatapan lembutnya. “Arrrgghhh,, Kim Youngmi babo… Pokoknya besok aku harus minta maaf padanya”.

 

—Paran High School—

 

~Author POV~

Pagi-pagi sekali Youngmi sudah berangkat sekolah, dia berjalan menyusuri koridor dengan terburu-buru. Sesekali dia menggigit bibir bawahnya saking gugupnya.

Akhirnya Youngmi sampai di kelas 2-B, kelasnya Donghwa. Youngmi clingak-clinguk, matanya menyapu seluruh ruang kelas tapi Donghwa belom dating, hanya ada Ryeowook si kutubuku yang lagi membaca. Ryeowook adalah siswa PHS yang dateng paling pagi setiap harinya, setiap tahun ga ada yang bisa mengalahkan rekornya. Beberapa anak kurang kerjaan sempet berusaha dateng lebih pagi dari Ryeowook, tapi hasilnya?? Nihil..

Jadi mereka menarik kesimpulan kalo Ryeowook tidur di sekolah, jadi sampe tahun berapapun ga ada yang bisa nandingin dia. Kekekeke

Karena kecewa ga bisa nemuin Donghwa di kelasnya, Youngmi berniat untuk kembali kekelas , dan ketika dia bebalik Donghwa sudah berdiri tepat dihadapannya hendak masuk kelas. Youngmi kaget bukan maen, selain itu jarak mereka berdua juga sangat dekat, sampai-sampai Youngmi bisa mencium aroma sabun mandi dari tubuh Donghwa.

“Minggir…!” Kata Donghwa dengan ekspresi yang sangaaat datar.

“Eh……??” Youngmi gugup dan langsung sadar kalo dari tadi dia ngalangin jalan, sampe Donghwa ga bisa masuk kekelas. Youngmi menggeser tubuhnya dan memberikan Donghwa jalan.

“Do….. Donghwa.” Panggil Youngmi ragu. Donghwa menoleh, Youngmi langsung masang ekspresi

–aku ingin bicara- sambil meremas-remas jas seragamnya. Donghwa melemparkan ranselnya ke bangku paling belakan dan menghampiri Youngmi.

“Wae…?” tanyanya galak. Youngmi melirik kearah Ryeowook yang lagi bengong seakan nonton film gratis *bayangin aja tampang blo’onya wooki kalo lagi bengong, plaakkk*.

“Aku…. Aku…. Mianhae.” Bisik Youngmi pelan. Donghwa malah diam dan langsung ngeloyor pergi ninggalin Youngmi begitu saja.

Youngmi mengikutinya dari belakang. “Soal kemarin…” kata Youngmi

Donghwa menoleh. “Kenapa?”

“Aku… aku… yang menguping.” Kata Youngmi sambil menunduk

Donghwa berhenti. “Aku tidak ambil pusing, itukan hak-mu.” Sahutnya pelan

Youngmi malah diam, bingung mau ngomong apa..

“Kau sudah sarapan??” Tanya Donghwa tapi masih galak. Youngmi menggeleng dengan ekspresi bengongnya *author kebanyakan bengong*.

“Sama, aku juga belom makan”. Sahut Donghwa sambil memainkan dasi yang dikenakannya asal.

“Sarapan bareng yuk…!” Ajak Donghwa, tapi tetep dengan muka yang jutek abizz

“Nde…?” Tanya Youngmi bingung. Dia kan mau minta maaf, koq malah diajak sarapan bareng.

“Aku tau kau mendengarnya.” Kata sambil terus jalan ke arah kantin. Akhirnya Youngmi mengikuti Donghwa dari belakang, selain itu Youngmi juga laper belom sarapan.

“Kau mau makan apa…?” Tanya Donghwa datar

“Nde…? Oh,, ramen saja.” Sahut Youngmi

“Ahjumma, 2 mangkuk ramen cepaaat!!!” teriak Donghwa kencang

Tak lama pesananpun dating, Donghwa langsung menyantap ramen itu dengan lahap, sementara Youngmi malah jadi ga selera makan. Dia hanya mengaduk-aduk ramennya sambil sesekali mencuri-curi pandag kearah Donghwa.

‘Sebenarnya dia sangat tampam, alisnya, matanya, hidunghya, dagunya dan…. Bibirnya….. Aigoooo,,, kenapa terlihat begitu sempurna.’ Batin Youngmi. Tanpa sadar Youngmi malah senyum-senyum sendiri *author mulai gila*

“Aku tau aku tampan, tapi bisakah kau tidak memandangku terus! Kau seperti akan memakanku.” Kata Donghwa cuek sambil nyeruput minumannya

“Uhukk,, uhukk, , uhukk….” Youngmi tersedak mendengar ucapan Donghwa

‘Memangnya dia sadar kalo aku terus memperhatikannya??’ Kim Youngmi kau ini babo sekali. Pasti Donghwa makin ilfeel padaku…!!!’ rutuk Youngmi dalam hati..

 

T.B.C.

 

Mian kalo banyak typonya -__-, mian juga kalo bahasanya ga sesuai EYD, sengaja aku bikin gak baku karena genrenya yang agak romance.. Nanti di part 4 bahasanya baru sesuai EYD ^^..

 

Don’t forget for RCL.. Gomawo readers.. ^^

 

Follow me @Yenis010191, mention if you want to follback.. ^__^

 

Created by: Ney Hae Wonkyu (Yenna Kim)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: