~Strawberry Cream Kiss ~ ^Part 3^

~Strawberry Cream Kiss ~ ^Part 3^

Ini ff adaptasi dari Novel yang judulnya sama “Strawberry Cream Kiss” karya Felice Cahyadi. Novel favorit aku, plus penulis indonesia favorit aku juga.. Disini aku ganti castnya ma Donghae, tapi nanti ada beberapa adegan yang aku tambahin dikit,, hehehe! Namanya juga adaptasi…

Happy reading.. ^^

>>> Prev

Padahal Donghaehanya tak mau kalo yeoja itu melihat wajahnya yang memerah. Ketika yeoja itu pergi tanpa berkata apapun Donghae mengusap wajahnya. Dalam keheningan, dia menikmati detak jantungnya yang berdegup kencang…

***

~Youngmi POV~

Aku bergegas menuju kelasku dan langsung duduk di kursiku. ‘Ya Tuhan,, apa aku tidak salah lihat?? Masa pagi-pagi udah berhalusinasi sih? Aku pasti salah lihat…’ batinku pada diri sendiri.

Tapi tadi itu benar-benar nyata.. ‘Ommoo,, mimpi apa aku semalam? Bisa-bisanya aku melihat Donghwa tertawa lepas seperti itu, bukan hanya tersenyum tapi TERTAWA!!’ Hanya dengan melihat Donghwa tertawa aku sampai shock seperti ini, wajah Donghwa kelihatan bahagia tampak jauh dari kata seram..

‘Kira –kira apa ya yang membuat Donghwa tertawa seperti itu? Tanyaku pada diri sendiri. ‘Andai saja aku yang bisa membuat Donghwa tertawa seperti itu, menyenangkan sekali…’ batinku

TAPI ITU TIDAK MUNGKIIIIN..

Namja seperti Donghwa pasti tidak suka dengan yeoja yang biasa-biasa saja sepertiku. Dia pasti lebih suka yeoja yang jago karate, ya bahasa kasarnya bad girl juga seperti dia.. ‘Ya Tuhaan,, sepertinya hanya keajaiban yang bisa membuat diriku mendapatkan Donghwa..’ pikirku pasrah

~Author POV~

Ada berita yang menggemparkan di Paran High School hari ini. Donghae yang pura-pura jadi Donghwa datang paling pagi di kelas 2-B, soalnya Ryeowook yang untuk pertama kalingya tidak masuk sekolah. Orangtua Ryeowook menelpon pihak sekolah dan mengatakan kalau Ryeowook terkena ‘campak’…

(Ryeowook: Ya elah Thor,, ga elit banged penyakitnya..

Me: ya sudah terima saja, daripada saya tulis Raja Singa?? Nah loh!!

Ryeowook: Arrrggghhh,,, gue cipok loh>>>

Me: Hayu atuh aku siap (terlentang) gkgkgk)..

Lanjuutt>>>

Pelajaran petama di kelas 2-B adalah matematika. Kim saenim mengucapkan salam dan memulai pelajaran dengan materi aljabar dan bilangan Logaritma. Donghae nyaris larut dalam penjelasan yang diberikan Kim saenim, tapi Donghae segera ingat kalau Donghwa selama sejarah sekolah disini tidak pernah dan tidak akan mungkin memperhatikan pelajaran. Sambil berusaha cuek Donghae mengeluarkan komik Naruto dari dalam tasnya, dan dengan lebih malas lagi Donghae-pun mulai membacanya..

1 menit…

5 menit…

10 menit…

ANDWEEEE….

Donghae sama sekali tak bisa membaca komik itu, dia tak berminat dengan komik milik Donghwa tersebut. Konsentrasinya bukan pada komik, tapi pada penjelasan yang diberikan Kim saenim di depan kelas. Donghae melempar komiknya asal.

‘Lebih baik aku tidur..’ pikir Donghae. Dengan lebih malas lagi dia menenggelamkan wajahnya di atas tanganya yang dilipat di atas meja. ‘Semoga aku bisa mengantuk..’ harapnya. Tapi sampai tangan Donghae kesemutan dia belu ngantuk juga…

‘Aissshhh! Baca komik tidak bisa, tidur tidak bisa juga…’ rutuknya dalam hati. *sini Hae-yeobo aku kelonin.. #plaakkk..* Akhirnya Donghae milih untuk bengong gaje, sesekali dia medengarkan penjelasan Kim saenim. ‘Masa  sich selama Donghwa sekolah disini dia tidak  pernah bengong? Imposibble…!!!’ pikirnya dalam hati.

—Istirahat—

~Masih tetep Author POV~

Donghae bingung mau ngapain di jam istirahat ini. Akhirnya Donghae memutuskan untuk jalan-jalan keliling sekolah sekalian bikin takut anal-anak yang berpapasan dengannya.. Kan seru tuh, pikirnya jahil.

Donghae berjalan kedepan ruang guru, dia melihat Youngmi yang baru keluar dari ruangan tersebut. Jantung Donghae nyaris berhenti berdetak, napasnya jadi tak teratur,lutunya lemas dan keringat dingin mengalir di pelipisnya *lebaaayy*.

Mulut Youngmi sedikit terbuka, jantung yeoja itu juga tak kalah error. Youngmi bingung ‘haruskah aku nyapa duluan?.’pikirnya

Donghae menelan ludah.. ‘Aigooo, baru sehari nyusup kesini kenapa selalu bertemu dia. Memang jodoh kali ya? Hehehe, aduh bagaimana ini?? Aku sapa tidak ya?’ gumam Donghae dalam hati. Donghae masang tampang belagu khas Donghwa sambil menatap Youngmi yang takut melihat ekspresinya.

“Anyoeng…” sapa Donghae akhirnya. Dengan susah payah dia mengeluarkan 7 huruf itu.

Youngmi nyaris pingsan. ‘Ommo,, ommo,, ommo.. Donghae nyapa, Donghae nyapa? Batinnya tak percaya. “Anyoeng….” Balas Youngmi sambil tersenyum manis.

Donghae malah bingung mau ngapain, dia cuma garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal dan tiba-tiba ketombe serta kutu dan teman-temanya berjatuhan dan terlihat menggelantung di ujung rambut Donghae.. * bo’ong deh hehehe, author garing kriuk.. kriuk.. #dijitak Hae*

Tiba-tiba Jung sajangnim keluar dari ruangannya. Donghae cuek saja seolah-olah tak ada orang yang keluar dari ruang kepala sekolah, sedangkan Youngmi malah sibuk mengucapkan salam sambil membungkuk ke arah Jung sajangnim.

“Selamat pagi Sajangmin.” Sapa Youngmi sopan

“Pagi juga Youngmi.” Balas jung sajangnim ramah.. “Apa kabar Donghwa?” Tanya Jung sajangnim

Donghae masang tampang sok Cool ala Donghwa. “Baik-baik saja Kim sajangnim.” Balasnya datar

Alis Jung sajangnim bertaut, begitu juga Youngmi. Mata Donghae membelalak, dia bingung kenapa orang yang ada didepannya seperti keheranan, begitu juga dengan yeoja cantik yg ada didepannya ini. Jung sajangnim hanya geleng-geleng kepala.

“Mungkin dia habis mabuk semalam Youngmi.” Kata Jung sajangnim maklum

Youngmi hanya tersenyum kaku. Setelah Jung sajangnim berlalu, Youngmi menatap Donghwa dengan heran. “Kau lupa nama kepala sekolah kita?” Tanya Youngmi langsung

Seketika Donghae merasa jantungnya melorot ampe pantat (?), wajahnya merah karena malu. Donghae malah masang tampang bego. ‘Pasti aku salah sebut nama tadi, aissshh Lee Donghae pabooo.’ Rutuknya dalam hati.

Youngmi hanya tersenyum. ‘Aigoo, Donghwa lucu banget kalo lago blo’on kaya gitu.’ pikir Youngmi gemas. “Nama kepala sekolah kita itu Jung Yunho sajangnim, kalo wakil kepala sekolah sekaligus guru matematika kita baru namanya Kim Heechul Songsaenim.” Jelas Youngmi lalu melangkah pergi.

Tanpa sadar Donghae malah mengikuti Youngmi yang sekarang mereka malah berjalan berdampingan, tentu saja ini menjadi pemandangan luar biasa bagi para murid yang lainnya. Donghae bingung sebenarnya Youngmi mau kemana, dan ternyata Youngmi berjalan kearah taman. ‘Hmmm, aku ikut sajalah..’ gumam Donghae dalam hati.

Sebenernya Youngmi juga bingung mau kemana, dan Donghwa malah ngikutin dia. Youngmi seneng banget, pikirnya. Donghae sekali-kali nyuri pandang kearah Youngmi, yeoja yang membuatnya rela melakukan semua ini, menyamar jadi Donghwa. Semuanya demi dia, demi Youngmi. Tapi kalo sudah berdekatan seperti ini Donghae malah keringet dingin, jantungnya terus berdegup kencang.

Donghae bingung mau ngomong apa. Apalagi suasananya sepi seperti ini, di taman pula! Di taman ini banyak bunga-bunga yang cantik, apa aku petik satu dan kasih ke Youngmi ya?? Pikir Donghae dalam hati. Ckckck,,, Donghae senyum sendiri, tak disangka dia bisa punya imajinasi kampungan macam itu, seperti di film India saja, pikirnya.

Donghae lalu menatap Youngmi, tatapan ala Donghwa tentunya. “Nanti pulang sendirian??’ tanyanya datar. Youngmi hanya mengangguk.

“Boleh kuantar???” Tanya Donghae lagi masih agak jutek tapi dengan wajah yang memerah. Donghae mengalihkan pandangannya kearah lain saking malunya menatap Youngmi.

Youngmi melirik namja yang ada didepannya sekilas, dan ia sempat melihat wajah namja itu bersemu merah.. ‘Huaaaa, Donghwa imut banget. Mukanya bisa merah juga.’ Pikir Youngmi gemas.

“Boleh..” ucap Youngmi sambil tersenyum. Donghae-pun mulai membalas senyum meskipun masih ada aura juteknya.

—Donghwa’s Rooms—

~Author POV lagi~

“Pagi-pagi udah beté…” gumam Donghwa.

Bagaimana tidak?? Pagi ini Donghwa harus pakai seragam Nadam High School yang super rapi, dasinya harus oke, sepatunya harus hitam, pokoknya tanpa cela sedikitpun deh..

“Aissshhhh,,, menyebalkan…” teriaknya. Apalagi ketiga anting di telinganya harus dilepas. Dengan pasrah Donghwa menatap bayangannya di cermin.

“Hhooo,, apa Donghae selalu seperti ini jika akan berangkat sekolah?? Rapi sekali, seperti eksekutif muda saja.” Gumam Donghwa.

Di depan cermin Donghwa terus melatih senyumnya. Yaaah,, kembarannya kan tukang senyum sejati, makanya dia berlatih supaya senyumnya bisa seluwes Donghae. Setelah 20X senyum-senyum gaje didepan cermin, Donghwa merasa pede dan langsung memacu mobil Donghae menuju Nadam High School. Sesampainya di sekolah Donghwa memarkirkan mobilnya dan berjalan masuk ke gedung sekolah.

‘Inget, senyum! Jangan pasang tampang belagu!’ tegas Donghwa dalam hati.

Di depan pos jaga dua orang satpam tersenyum lalu menyapa Donghwa. “Pagi Lee Donghae-ssi?” Donghwa yang biasanya cuek langsung memasang senyum pasta gigi dan membalas sapaan satpam tadi. “Pagi juga bapa-bapa.” Balasnya ramah..

Donghwa berjalan menyusuri koridor menuju kelas Donghae, kelas 2-A. Di sepanjang koridor murid-murid yang berpapasan dengannya menatap dan tersenyum padanya. Kalo Donghwa sedang tidak berpura-pura jadi Donghae dia pasti akan berkata ‘Apa lihat-lihat, gue kepret luh…’, tapi Donghae tidak akan berkata seperti itu, makanya Donghwa membalas senyum murid-murid itu sambil mengutuk di dalam hati.

Ketika sedang sibuk membalas senyum dari murid yang berpapasan dengannya, Donghwa di kagetkan dengan sapaan tiga yeoja cantik.

“Anyoeng Donghae-ah…” sapa ketiga yeoja itu kompak.

“Ah… anyoeng…” balas Donghwa pelan sambil tersenyum . ketiga yeoja itu mendekati Donghwa dan mengerubuti Donghwa.

“Udah sarapan belum??” Tanya yeoja 1.

‘Aissshh, yeoja-yeoja ini agresif sekali. Apa Donghae selalu seperti ini setiap paginya? Kasihan sekali bocah itu.’ Rutuk Donghwa dalam hati.

“Emmm, sudah.” Sahutnya malas tapi tetep senyum.

“Kau mau kan menemani kami makan di kantin??” Tanya yeoja 2 dg manja.

‘Mwooo, memangnya kau siapa sampai aku harus menemanimu makan, dasar yeoja rese.’ Pikir Donghwa kesal. Namu karena saat ini Donghwa lagi jadi Donghae, maka jawabannya harus lembut selembut-lembutnya (lama-lama jadi lelembut tuh si Donghwa).

“Mianhae,,, aku harus kekelas.” Kata Donghwa akhirnya

Yeoja ke-3 langsung bergelayut manja di lengan Donghwa *udah kaya monyet gelayutan*. “Ihhh, Donghae sombong nih! Kalo kita ajak tidak pernah mau.” Katanya manja.

‘Astaga, susah sekali lepas dari 3 nenek sihir ini.’ Rutuk Donghwa dalam hati. Rasaya dia ingin sekali berteriak ‘Minggir kalian semua dasar yeoja-yeoja gila, pagi pagi udah ganjenin gue!’tapi sudah pasti Donghwa tidak akan membentak ketiga nenek sihir ini, demi menjaga reputasi Donghae tentunya.

“Bukan sombong, tapi aku benar-benar harus kekelas.” Sahutnya selembut mungkin.

“Arrasseo, kalo gitu nanti siang mau kan pulang bareng??” seru yeoja 1 yang bau pafumnya ngalahin minyak nyong-nyong itu.

‘Hah..? Pulang bareng? Nebeng maksudnya? Mimpi aja loe…’ batin Donghwa. “Liaht nanti ya!” kata Donghwa dengan senyum paksa.

“Ya… kalian semua!!! Jangan ganggu Donghae!” teriak seorang yeoja kencang sehingga membuat Donghwa dan ketiga yeoja genit itu mengalihkan pandangannya.

‘Oh ghooosst, apalagi ini??’ batin Donghwa. Belum cukup ketiga nenek dihir ini gangguin dia, sekarang ditambah satu nenek sihir lagi. Ya Tuhaan,, bunuh aku sekarang juga! Pikir Donghwa.

“Shin Raena??” ucap ketiga yeoja genit itu.

“Ngapain kalian gangguin Donghae pagi-pagi hah??” Tanya Raena tajam.

“Itu bukan urusanmu, Donghae saja tidak keberatan. Iya kan Donghae-ah?” Tanya yeoja 2.

“Kalian ini benar-benar tidak tau malu!” ucap Raena kesal

“Mwooo? Apa kau bilang? Memangnya kenapa? Kau juga bukan siapa-siapanya Donghae kan?? Cerca ketiga yeoja genit itu bergantian.

“Kaliaaann,,!” Raena berdecak kesal, tapi dia juga bingung mau menjawab apa. Toh pada kenyataanya memang seperti itu kan?

Donghwa menghela napas berat. ‘Buset deh, yeoja-yeoja ini babo sekali,,, konyol,,, sumpah!’ batin Donghwa. “Sudah,, sudah jangan ribut.” Lerai Donghwa pelan plus senyum palsunya. “Lebih baik kalian kekelas, kita juga mau kekelas nih!” tambahnya lagi masih dengan senyum palsunya. ‘Setan,,, bibirku kaku nih, dari tadi nyengir terus.’ Pikirnya kesal

“Arrasseo,,, kalo gitu kita kekelas dulu ya Donghae-ah! Anyoeng…” seru ketiga yeoja itu kompak dan tersenyum genit pada Donghwa serta membuang muka ke arah Raena.

“Nde,, anyoeng!” balas Donghwa sok ramah

“Mereka sering gannguin kamu kan Hae??” tanya Raena lembut saat trio centil itu sudah raib

“Aku tak ambil pusing koq, kajja kita juga kekelas!” ucap Donghwa tenang. ‘Aku sudah semakin mirip denganmu Lee Donghae.’ Ucapnya dalam hati…

~Donghwa POV~

Yeoja yang bernama Raena ini terlihat sekali menyukai Donghae. Aku jadi kasihan pada bocah itu, tiap hari harus menghadapi fans-fansnya trio centil itu, menghadapi Raena… Aissshhhh

Saat aku sudah duduk di bangku sebelah Raena, di terlihat mengeluarkan sebuah kotak berwarna pink dari dalam tasnya. Aisssshhh, aku benci warna pink!

“Aku buatkan bekal untukmu loh Hae? Ucapnya sambil tersenyum

“Hah? Gowamo..” balasku ramah

“Aku masak sendiri loh…!” ucapnya lagi.

Donghae-ah, aku benar-benar kasihan padamu. Tak bisa kubayangkan betapa tersiksanya kau selama ini. Jadi ini yang kau bilang tidak enak dengan sikap Raena? Yeoja ini baik sekali sampai membuatkan Donghae bekal setiap hari, untuk itu dia pasti harus bangun pagi-pagi buta. ‘Ckkk, malang sekali nasibmu sodaraku.’ Mending aku, preman sekolah paling ngetop! Tidak ada yang berani mencari gara-gara denganku, sekali macam-macam ranjang rumah sakit sudah menanti.. hahahahaha

Bel-pun berbunyi, tanda jam pelajaran akan segera dimulai. Raena mengeluarkan buku Bahasa Inggrisnya dari dalam tasnya, aku juga mengikutinya.

‘Aissshhh, pagi-pagi pelajarannya Bahasa Inggris. Untuk apa lagi aku belajar Bahasa Inggris di sekolah? Toh nilai tes TOEFL-ku 725 (buset pinter amat). Bukan maksudnya sombong, tapi aku benar-benar malas. Apalagi guru Bahasa Inggris di Paran Hangeng saenim, benar-benar membuatku kesal padanya.. Logat saja masih bercampur dengan bahasa Cina-nya yang medok, berani sekali mengaar Bahasa Inggris. Cih!!’ Pikirku kesal

~Author POV~

Donghwa menguap lebar saat pelajaran Bahasa Inggris akan di mulai. Dia terus mengerjapkan matanya agar tidak ketiduran saat jam pelajaran. Bisa gawat kalau sampai itu terjadi, bisa-bisa seluruh penghuni NHS heboh bin gempar kalau tau bintang idolanya ketiduran di kelas.

Seorang yeoja muda memasuki ruang kelas Donghwa. “Good Morning class?” sapa yeoja muda itu ramah plus senyumnya yang mempesona

“Good morning, Miss..” balas murid yg lain

Donghwa yang tadinya udah ngantuk tingkat mbahnya dewa, dan matanya yang udah 0.555555 watt (?) kaget bukan main. Seketika matanya jadi bling-bling, dengan tampang idiot tapi tetep ganteng Donghwa terus memandangi yeoja muda yang berdiri di depan kelasnya itu.

‘Aigoooo, mwoya igeum? Itu Kim TaeHee kan? Benarkah Kim TaeHee ngajar Bahasa Inggris di sekolah Donghae? Kenapa bocah itu tidak pernah cerita?’ pikir Donghwa

Seketika Donghwa jadi semangat 45, matanya jadi seger sampai-sampai ada pelangi di matanya *Jamrud mode on* saking senengnya melihat pemandangan menakjubkan yang ada di depan kelas. Donghwa tidak bisa berhenti menatap saenimnya yang cantiknya luar binasah (?) itu.

“Donghae-ah, waeyo? Kenapa bengong, seperti baru pertama kali melihat Miss. Hyorin saja?” tanya Raena pelan

“Hah,,,,? Ah, a…aniyo!” sahut Donghwa gugup saat dia disadarkan dari lamunan sesaatnya. ‘Oh,,, jadi namanya Miss. Hyorin,” pikirnya. Cantik sekali dia, nama dan wajahnya benar-benar sempurna. Batin Donghwa sambil membuka-buka bukunya.

—Istirahat—

Saat istirahat Donghwa dengan cueknya menyantap bekal makan siang buatan Raena. ‘Enak juga.’ Pikirnya.. Sedangkan Raena hanya duduk manis sambil memperhatikan namja yang tampannya tiada tara ini sedang asik makan.

“Mashita??” tanya Raena dg senyum cerianya

“Nde,, mashita..” ucap Donghwa sambil terus mengunyah. Raena tersenyum puas mendengar jawaban najma pujaannya itu.

“Bulgogi-nya enak tidak?” tanya Raena

“Enak…” jawab Donghwa cepat

“Kimchi-nya tidak kepedasan kan??” tanya Raena lagi

Donghwa menggeleng. “Tidak, ini enak koq.” Katanya lembut padahal dalam hati Donghwa udah empet banget. ‘Ommo,, mati sajalah kau dasar yeoja cerewet. Kalau aku bilang enak ya berarti enak, kalau tidak enak sudah aku muntahkan dari tadi.’ Gerutunya dalam hati

“Kau tidak makan?” tanya Donghwa basa-basi

“Anni, aku sedang diet.” Sahut Raena, sumpah rempong banget deh nih yeoja satu, pikir Donghwa.

Sembari menunggu Donghwa makan, Raena mengeluarkan cermin dari dalam tasnya, meyisir rambutnya, mengamati wajahnya sebentar untuk memastikan semuanya baik-baik saja.. Donghwa melirik sekilas yeoja yang ada disbelahnya. ‘Ngapain sih Raena ngaca di kelas? Udah cantik koq.’ Pikir Donghwa

Raena yang merasa kalo namja disampingnya sedang memperhatikannya langsung memasukkan kembali cerminnya ke dalam tas. Raena menoleh kearah Donghwa sambil memperlihatkan senyum termanisnya yang mampu membuat namja manapun menggelepar (?) saking terpesonanya.. Ya,, kecuali Donghae dan Donghwa tentunya..

“Hae-ah…” panggil Raena manja. Alis Donghwa bertaut, bingung lengkap dengan ekspresi bertanyanya.

Raena memejamkan matanya sebentar. “Menurut kamu aku cantik tidak?” tanyanya polos

‘Hahhh? Sumpah nih yeoja satu gokil, pertanyaannya tolol.’ Batin Donghwa. Tapi karena Donghwa sedang jadi Donghae, dengan secepat kilat Donghwa langsung tersenyum teduh seperti yg biasa dilakukan Donghae. “Kau cantik koq…” kata Donghwa akhirnya.

Senyum Raena langsug terkembang lebar, dia sangat senang namja pujaannya memujinya cantik.

“Gomawoo” ucap Raena sambil mendekatkan wajahnya kearah Donghwa. “Kalo menurut aku Donghae juga ganteng, ganteeenng banget mirip Aiden Lee, member boyband Super Handsome (?)” kata Raena dengan memasang tampang aegyo-nya..

Donghwa tersenyum tipis . ‘Siapa yang mengharapkan pujian balik sih? Mau dibilang mirip kuli panggul di pasar sayur juga terserah, sabodo teuing..’ pikirnya ngasal…

T.B.C.

Mian kalo banyak typo.. mian juga kalo bahasanya ga sesuai EYD, sengaja aku bikin gak baku karena genrenya yang agak romance.. Nanti di part 4 bahasanya baru sesuai EYD ^^..

Don’t forget for RCL.. Gomawo readers.. ^^

Follow me @Yenis010191, mention if you want to follback.. ^__^

Created by: Ney Hae Wonkyu (Yenna Kim)

~Strawberry Cream Kiss ~ ^Part 2^

~Strawberry Cream Kiss ~ ^Part 2^

Ini ff adaptasi dari Novel yang judulnya sama “Strawberry Cream Kiss” karya Felice Cahyadi. Novel favorit aku, plus penulis indonesia favorit aku juga.. Disini aku ganti castnya ma Donghae, tapi nanti ada beberapa adegan yang aku tambahin dikit,, hehehe! Namanya juga adaptasi…

Happy reading.. ^^

>>> Prev

‘Memangnya dia sadar kalo aku terus memperhatikannya??’ Kim Youngmi kau ini babo sekali. Pasti Donghwa makin ilfeel padaku…!!!’ rutuk Youngmi dalam hati..

***

Sweet Boy Number #1

~Author POV~

Namanya Lee Donghae, Ketua Osis, kapten tim basket dan juara di berbagai macam olimpiade. Saat ini Donghae sedang berada di ruangan Park Sajangnim Kepala sekolah Nadam High School yang terkenal. Senyum terus tersungging di bibirnya.

“Sekali lagi saya ucapkan selamat Donghae-ah. Kau memang kebanggaan di sekolah ini.” Ucap Park sajangnim sambil menepuk bahu Donghae pelan.

Donghae tertunduk dan tersenyum tipis. “Kamsahamnida Sajangnim, tapi saya rasa anda terlalu berlebihan.”

“No..no..no.” ucap Park sajangnim sambil menggoyangkan telunjuknya. “Kau memang yang terbaik Hae-ah. Lihat saja puluhan penghargaan yang kau dapat di berbagai bidang. Dan terakhir ini, kau juara olimpiade Bahasa Inggris yang diadakan oleh Seoul University. Apanya yang berlebihan Donghae-ah??”

Donghae hanya tersenyum rendah hati. “Hah,,, ya sudahlah terserah kau saja. Kau memang terlalu rendah hati. Sekali lagi saya ucapkan selamat atas kemenanganmu, dan jangan lupa sampaikan salamku pada kedua orangtuamu Hae-ah.” Ucap Park sajangnim sambil tersenyum

Donghae berdiri kemudian sedikit menunduk. “Arrasseo,, akan saya sampaikan Sajangnim.”

—Kantin—

~Author POV~

“Donghae mana sich?? Dari tadi koq ga keliatan?” Gumam Raena pelan. Shin Raena merupakan gadis paling cantik di NHS yang naksir abiz sama Donghae, makanya dia kesel banget karna seharian belum melihat namja tampan itu.

“Memangnya Donghae kemana??” Tanya Yuri sambil menyesap Orange juicenya itu.

“Tadi aku dengar dia dipanggil ke ruangan Park Sajangnim, dia kan baru saja memenangkan olimpiade Bahasa Inggris yang diadakan Seoul University.” Ucap Raena dengan senyum bangganya

“Donghae bukan manusia kali ya?? Dia udah kaya manusia ½ dewa.” Kata Yuri lebay.

Raena hanya tersenyum, kadang Raena bingung kenapa Donghae belum menyatakan cinta padanya. Padahal sudah ½ tahun ini mereka sangat dekat, dan tidak sedikit juga namja yang ngantri en nyatain cintanya ke Raena. Tapi Donghae?? Si tampan itu malah cuek..

Raena sering ngerasa kalau dia tidak pantas mendampingi Donghae, walaupun banyak yang bilang Raena itu cantik, pintar kaya pula. Tetap saja dia ngerasa minder kalau udah berhubungah sama yang namanya Donghae. Donghae kan gantengnya ½ mati *author lebaay* dan digilai yeoja satu sekolah. Donghae bintang sekolah, pujaan satu sekolah. Pokoknya Donghae benar-benar manusia tanpa cela deh..

Raena menghembuskan napas berat, putus asa dan bingung tiap mikirin namja super tampan itu. Otaknya jadi miring, penasaran bagaimana perasaan Donghae padanya.

~Donghae POV~

Aku keluar dari ruangan Park Sajangnim, beberapa siswa dan siswi menyapaku dengan ramah yang tentu saja aku balas dengan ramah pula. Aku melihat guru Bahasa Inggrisku Lee Hyorin sedang berjalan sambil membawa tumpukan buku tebalnya.

“Good afternoon, Miss?” sapaku ceria

“Good afternoon, Donghae-ah..” balasnya ramah

“Need help?” tawarku. Hyorin saenim mengangguk penuh terima kasih dan menyerahkan tumpukan buku tebal itu padaku.. ‘Ouwh,, berat juga.’ Pikirku

“Take it to my office, okay!” ucapnya

“Okay..”

—Kantor—

“Thanks, Hae-ah.” Hyorin saenim tersenyum.

“My pleasure.” Balasku sambil tersenyum juga.

Hyorin saenim menatapku sekilas. “Kau sedang senang ya??” tanyanya. Aku hanya tersenyum membenarkan.

“Apakah kau dan Raena…??” tanyanya lagi

“Annio,, not like your think Miss!” sergahku cepat

“Lalu..?” Hyorin saenim tersenyum tapi masih penasaran

“Secret.” Kataku lagi

“Kemenanganmu di Olimipiade Bahasa Inggris??” tebak Hyorin saenim lagi. Aku hanya menggelenkan kepalaku sambil tersenyum puas.

—Donghae Room’s—

~Author POV~

Donghae mengambil sebutir permen rasa krim strawberry kesukaanya lalu memakannya. Entah kenapa, sejak pertama kali Donghae makan pemen itu, dia jadi ketagihan. Donghae gay akin bias hidup tenang kalau tuh pabrik permen tiba-tia bangkrut, kiamat namanya. Pikir Donghae.

Pintu kamar Donghae menjeblak terbuka tanpa diketuk, ‘pasti monyet itu (Eunhyuk: thor,,, ngapain lo bawa-bawa gue?? Author: hehehe, mian ya Nyet.. #Plakk), dasar tidak punya sopan santun.’ Gerutu Donghae.

“Weeeiiittzzz,, jangan sampai besok kau makan permen ‘cupu’ itu di sekolah!” Seru Donghwa kenceng kaya toa. Donghae menatap kesal kembarannya. “Dan kau,,, jangan sampai merokok di lingkungan sekolah!” ucap Donghae tegas

“Bereeezz,, inget kau jangan senyum-senyum gaje ke siapapun karna aku ga pernah senyum.” Ucap Donghwa galak.

“Dan kau harus tersenyum ramah pada siapapun juga yang menyapamu.” Balas Donghae lembut

“Kau jangan pernah bikin pe’er, jangan pernah perhatikan guru dikelas. Pokoknya kau harus tidur dikelas atau asik maen hp, atau baca komik saat pelajaran. Oh yaa,, kau harus pakai earphone saat pelajaran Soo Jin saenim, pelajaran sejarah.” Cerocos Donghwa lagi

“Waeyo??” Tanya Donghae bingung.

“Aku tidak suka mendengar suaranya yang cempreng.” Balas Donghwa ngasal

Donghae Cuma manggut-manggut. “Dan kau harus diam saat pelajaran, perhatikan jika guru sedang menjelaskan pelajaran. Tidak ada tidur, tidak ada hp, tidak ada komik dan tidak ada earphone untuk guru sejarah bersuara cempreng karna guru sejarah di sekolahku namja. Kau harus buat pe’er, harus ngumpulin tugas tepat waktu.” Ucap Donghae menekan kalimat terakhir.

“Nee,,, nee,, nee,,, Arrasseo!” Donghwa merebahkan tubuhnya di kasur empuk milih Donghae. Donghwa ngejelasin kalau Donghae jangan pake sepatu item, pake dasi harus berantakan asal kegantung di leher, ga usah ngancingin jas sekolahnya, pake kemeja harus keluar dari pinggang, tangan bajunya harus digulung.

Donghae mendengus. “Dan kau harus pake seragam dengan rapi, dasimu harus perfect. Satu hal lagi, harus pake sepatu HITAM.” Ucap Donghae sambil menekan kata hitam.

Donghwa memandang Donghae sekilas. “Kau harus benar-benar nyolot, tatap orang dengan sangar dan penuh kekejian, pasang tampang belagu dimanapun, jangan pernah menyapa guru bahkan kepala sekolah.”

“Dan kau harus tersenyum dan menyapa siapapun itu.” Balas Donghae

“Siippp!!” seru Donghwa. “Bawa rokok di tasmu, biarpun kau tidak merokok, takutkya ada razia mendadak disekolah. Ga lucu banget kan kalau seorang Lee Donghwa dinyatakan bersih”. Ucap Donghwa so cool.

Heemmm, besok akan dimulai sesuatu yang rahasia, Donghae akan jadi Donghwa Dongwa aka jadi Donghae. Donghae udah nunggu setahun untuk bisa menyelundup ke PHS dan menyamar sebagai Donghwa agar dapat menemui pujaan hatinya.

—Youngmi Rooms—

~Youngmi POV~

“Nde, aku sarapan bareng Donghwa tadi pagi.” Kataku santai saat sedang teleponan sama ChaeYeong. “Waeyo??” tanyaku.

“Mwooo??” ChaeYeong teriak kenceng banget di seberang sana, reflek aku langsung menjauhkan handphoneku dari telingaku. Bisa tuli aku kalau mendengar suara cemprengnya. “Memangnya kenapa??” balasku

“Tidak apa-apa sich,, tapi kau tau tidak?? Kabar itu heboh banget.” Kata ChaeYeong dengan suara yang mulai melembut. Semua Semua penghuni sekolah kage bukan main kalau preman kaya Donghwa sarapan bareng dengan yeoja cantik sepertiku *author narziss, reader muntah berjama’ah*. Padahal selama ini Donghwa ga pernah makan semeja dengan siapapun apalagi yeoja. Siapa sich yang berani duduk satu meja yang ada Donghwanya, mending makan sambil berdiri deh..

Setelah selesai teleponan sama ChaeYeong, aku langsung merebahkan tubuhku di kasur empukku sambil guling-guling gaje *kebayang ga reader?*

‘Donghwaaa…’

“Aissshh, kenapa aku terus memikirkannya sich??” Aku menggigiti bantal dengan gemas *Author saraaap*. Ya Tuhaam, kenapa Donghwa tidak mau pergi dari otakku. Ya,, benar!! Sejak Donghwa menolongku dari kegenitan Kang saenim, Donghwa memang telah memiliki tempat tersendiri dihatiku. Hanya sekedar itu, aku sama sekali tidak pernah berpikir akan jatuh cinta padanya, sampai kejadian tadi pagi secara tidak langsung membuat perasaan itu tumbuh lagi.

“Aigooo, Kim Youngmi?? Kau benar-benar sudah gila.. kenapa kau bias menyukai preman sekolah seperti dia? Bukankah namja yang normal banyak di sekolah?” tanyaku pada diri sendiri

Arrrgghhh,,,,, mollaaa….

—Donghae Rooms—

~Author POV~

Donghae bengong dengan tampang bego dan shock melihat bayangannya sendiri di cermin. ‘Aigooo,, norak sekali!! Kemeja ga rapi, 100% keluar dari pinggang ditambah celana panjang gombrong. Apa ini yang namanya seragam sekolah??’ Rutuk Donghae

Dengan malas Donghae menatap dasinya yang ditempeli beragam pin gaje, mulai dari yg bergambar tengorak sampe pin yang bertuliskan ‘Do’a Ibu’ (heheh, becanda reader. Ga mungkin Donghwa pke pin begituan). Lalu Donghae membuka dua kancing kemejanya. ‘Ciiihhh, sok seski sekali bocah itu.’ Batin Donghae.

Donghae merasa sangat malu melihat bayangannya sendiri di cermin, tapi mau bagaimana lagi. Demi bias masuk ke PHS, demi bisa bertemu dengannya. Pikirnya. Donghae memasang tiga anting di telinga kirinya, anting mainan yang biasa di jual abang-abang tukang jepitan *emang di korea sono ada abang2 yang jual jepitan??*

‘Semoga saja anting-anting ini tidak lepas mendadak.’ Do’a Donghae dalam hati. Dan terakhir, mata Donghae tertuju kearah benda berwarna orange ngejreng, yaaa,,, sepasang sepatu milik Donghwa. Ya Tuhaaan, nasibku punya kembaran super ‘norak’. Kesal Donghae. Tidak lupa Donghae menjejalkan sebungkus rokok kedalam tasnya dan mengantongi Strawberry Cream Candy kedalam saku celananya. Beberapa saat kemudian, Donghae melajukkan motor Sport milik Donghwa menuju Paran High School.

“Semoga semuanya lancar.” Harap Donghae…

—Paran High School—

~Masih Author POV~

Dua satpam yang berjaga di pintu gerbang PHS tersenyum ramah dan mengucapkan selamat pagi pada murid *maksudnya preman* no#1 di sekolah itu. Donghae yang baru memarkirkan motornya hamper saja membalas sapaan mereka, tapi dia segera ingat pesan Donghwa. Dan hasilnya, Donghwa melemparkan senyum merendahkan kearah dua satpam itu dan ngeloyor memasuki gedung sekolah.

‘Hahaha…, aktingku sepertinya berhasil.’ Piker Donghae

Donghae menyusuri koridor menuju kelas Donghwa, kelas 2-B. Saat di belokkan koridor, seorang namja berkaca mata tebal dan berambut klimis dengan gaya rambut belah tengahnya sedang berlari lalu…

GEDEBUUUKKK!!! *bunyinya ga enak banget*..

Namja berkaca mata itu manabrak Donghae dengan keras, ‘Awwww,,,’ seru Donghae dalam hati. Nih namja lari tak kira-kira maen hantem aja.’ Batin Donghae. Tapi bukan Donghae kalau hanya masalah sepele seperti ini saja dia akan marah. Hampir saja dia tersenyum ramah sambil minta maaf ke namja penabrak meskipun yang salah bukan dia. Untung saja dia ingat kalau sekarang dia sedang jadi Donghwa, dengan tampang jutek Donghae menatap tajam namja berkaca mata itu. Namun bibirnya bergetar, berusaha mati-matian menahan tawa.

“Lee Hyuk Jae.” Ucap Donghae saat melihat name tag namja berkaca mata itu. Namja yang bernama Lee Hyuk Jae itu menelan ludahnya, lalu menatap Donghae bagai hantu. Dengan badan dan suara yang bergetar, namja itu membuka mulutnya..

“Mi,,,,mianhae Donghwa sunbae.” Ucapnya bocah itu gemetar. Donghae memiringkan kepalanya sambil menatap namja itu seolah sedang berpikir antara ingin menggoreng atau mengukusnya. Namja itu mengatupkan kedua tangannya, Donghae bisa melihat lutut namja itu bergetar hebat. Namja itu meminta ampun pada Donghae.

“Mianhae,,, jeongmal mianhae. Jangan pu,,,pukul saya sunbae.” Mohon anak itu. Donghae sebenernya udah ga kuat menahan tawanya, tapi dia masih menghargai reputasi Donghwa di sekolah ini. Donghae menggertakan rahangnya dan pergi meninggalkan namja berkaca mata tebal itu dengan terburu-buru. Daripada dia kelepasan tertawa, bisa gawat!!!

Bahu Donghae bergetar pelan, dia tidak bisa melupakan ekspresi bodoh namja tadi yang benar-benar ketakutan.

‘Hmmmm, aktingku hebat sekali, tidak berlebihan kalau aku mendapatkan Piala Oscar.’ Gumam Donghae pelan. Dan akhirnya….

‘Bwahaahaahaa…!’ Donghae ga tahan lagi. Begitu sampai kelas dia langsung tertawa kencang. Mumpung dikelas ga ada orang, amaaann!!!

“Menahan tawa itu lebih menderita dari menahan kentut.” Gumamnya pelan. Donghae geleng-geleng kepala di akhir tawanya. Hari gini takut sama Donghwa?? Ga banget!! Donghae senyum-senyum gaje kaya orang stress lalu duduk di kursi paling belakang. Tiba-tiba Donghae sadar kalo ada orang yg berdiri di depan kelasnya. Donghae lalu terdiam dan menatap lurus kedepan.

Seorang yeoja…

Dengan cepat Donghae langsung masang tampang bengis, belagu, keji, en sok cool khas Donghwa dan menghujamkan tatapan membunuh kearah yeoja yang lagi bengong sambil mangap itu *ga banget deh bengongnya*..

Tapi kali ini acting Donghae gagal abis, tatapan membunuhnya sama sekali ga mempan. Yeoja itu masih bengong en setengah sadar melihat Donghae yg tertawa lepas. Donghae ga bisa jadi Donghwa sejati kali ini, Donghae tau kalau wajahnya sekarang udah merah kaya jerawat mateng *lagi-lagi author bahasanya GAK BANGET*, Donghae merasa wajanhya memanas, siaalll. Rutuknya.

Donghae memalingkan wajahnya kearah jendela, tetap dengan ekspresi juteknya. Donghae pura-pura ga peduli sama yeoja yg berdiri di depan kelasnya. Padahal Donghaehanya tak mau kalo yeoja itu melihat wajahnya yang memerah. Ketika yeoja itu pergi tanpa berkata apapun Donghae mengusap wajah dan ilernya  *apasih?? Bo’ong deh*. Dalam keheningan, dia menikmati detak jantungnya yang berdegup kencang…

T.B.C.

Mian kalo banyak typonya -__- mian juga kalo bahasanya ga sesuai EYD, sengaja aku bikin gak baku karena genrenya yang agak romance.. Nanti di part 4 bahasanya baru sesuai EYD ^^..

Don’t forget for RCL.. Gomawo readers.. ^^

Follow me @Yenis010191, mention if you want to follback.. ^__^

Created by: Ney Hae Wonkyu (Yenna Kim)

~Strawberry Cream Kiss ~ ^Part 1^

~Strawberry Cream Kiss ~ ^Part 1^

 

Ini ff adaptasi dari Novel yang judulnya sama “Strawberry Cream Kiss” karya Felice Cahyadi. Novel favorit aku, plus penulis indonesia favorit aku juga.. Disini aku ganti castnya ma Donghae, tapi nanti ada beberapa adegan yang aku tambahin dikit,, hehehe! Namanya juga adaptasi…

 

Happy reading.. ^^

 

 

~Author POV~

Bad Boy Number #1

 

Namanya Lee Donghwa, panggilannya Donghwa. Saat sedang asyik maen basket tiba-tiba terdengar suara menggelegar dari tepi lapangan memanggil namanya.

“Ya….. Lee Donghwa, cepat kemari!” seru Kim songsaenim, guru paling killer di sekolahnya. Disampingnya juga berdiri Jung Sajangnim kepala sekolah. Donghwa berlari kemudian menghampiri mereka.

“Saat istirahat kedua nanti datang ke kantor saya!” kata Jung sajangnim tegas.

Alis Donghwa bertaut. “Waeyo?” tanyanya bingung

“Pokoknya datang saja ke ruangan saya. Ada yang ingin saya bicarakan.” Balas Jung sajangnim

“Oke…” sahut Donghwa cuek

Kim saenim berdecak kesal. “Anting itu tolong dilepas Donghwa, saya sudah 100X menegurmu dalam seminggu agar melepaskan anting itu.”

Donghwa meraba teling kirinya, tiga anting bertengger manis disana. “Saya tidak mau melepas anting ini.” Balas Donghwa tersenyum kecut

Jung sajangnim segera menegur Donghwa agar sopan terhadan gurunya. Donghwa malah menyahut.

“Memangnya kalo saya tidak mau melepas anting ini artinya saya tidak menghormati Kim saenim? Saya tidak mau melepasnya, dan kalo sekolah melarang saya hanya bisa bilang kalo di Seoul ini masih banyak sekolah lain.” Tambah Donghwa nantang

“Cukup! Yang jelas nanti kau harus kekantorku saat jam istirahat kedua!” tegas Jung sajangnim.

Donghwa menggembungkan pipinya lalu mengangguk malas.

 

 

—Istirahat—

Seperti biasa di kantin ramai oleh siswa-siswi PHS, mereka bukan hanya berebut kursi dan meja tapi juga berebut oksigen. Dan ritual saat istirahat bukan cuma untuk mengisi perut, tapi juga untuk bergosip ria.

 

“Eh…. Kau tau tidak? Donghwa dipanggil ke kantor Jung sajangnim!” seru Chaeyeong semangat

“Again…?!” sahut Kyumin penasaran

“Emang tuh anak buat apa lagi sih?” tanya Sungmin yang baru gabung

“Molla,, tapi sepertinya ini ada kaitannya dengan kasus pemukulan terhadap Kim Youngwoon anak kelas 3-B.” sahut Chaeyeong sambil nyeruput ‘es cendolnya’ *mang di korea ada es cendol ya??*

“Youngwoon sunbae??? “ tanya Youngmi dan Sungmin bersamaan

“Namanya juga berurusan sama Donghwa, kalo bukan kuburan ya,, minimal rumah sakit deh..” ujar Kyumin

“Aku pernah melihat Donghwa menolong seorang Halmonie saat akan menyebrang, dan kalian tau saat itu wajahnya sama sekali tidak sangar, kaya malaikat malah.” Jelas Sungmin

“Aku hanya ingat saat Donghwa nonjok Kang saenim.” Kata Youngmi dengan muka yang memerah

Tawa Kyumin dan Chaeyeong meledak.. “Kalo itu sich dukung Donghwa 100%!” Kang saenim emang pantes ditonjok.” Seru Chaeyeong

 

Bicara soal Lee Donghwa memang sudah bukan hal yang aneh jika namja tampan plus sangar itu merupakan murid yang paling sering keluar masuk ruangan Jung sajangnim. Beragam pelanggaran dan kasus sekolah sudah dia koleksi. Mulai dari memukul seorang guru, merokok di lingkungan sekolah, berkelahi dan masalah lain yang udah jadi rutinitas sehari-hari sperti: tidur di kelas, bolos, tidak pake seragam dengan benar.. Oh my ghoosst!!

Lalu kenapa Donghwa ga di keluarin dari sekolah?? Tentu saja kalau kau seorang Lee Donghwa yang merupakan anak dari donatur nomor 1 dan prestasi akademiknya yang baik, mungkin pihak sekolah berpikir tidak masalah jika membiarkanmu tetap berkeliaran di lingkungan sekolah..

 

~ Youngmi POV~

Aku sedang berada di ruang guru sekarang, di kelas sedang ada pelajaran matematika. Kim saenim menyuruhku mengambilkan map di mejanya.

Setelah mendapat map yang diminta Kim saenim, aku segera kembali ke kelas. Tapi ketika melewati ruangan Jung sajangnim, aku mendengar suara ribut didalamnya. Segera kusipitkan mataku, clingak-clinguk kekanan dan kekiri untuk memastikan keadaan. Setelah aku rasa sepi aku mendekati ruangan Jung sajangnim dan mendekatkan diriku kea rah pintu.

“ Saya tidak tau lagi bagaimana menghadapimu Donghwa.” Ujar Jung sajangnim

“ Si brengsek itu yang cari gara-gara duluan, saya sebenarnya males ngadepin anak tengil kaya dia.” Sahut Donghwa

“Jaga kata-katamu Donghwa, orang tuamu sangat terhormat. Seharusnya kau bisa menjaga nama baik mereka.”

“Hahahaha,,, buat apa anda membawa nama orang tua saya? Mereka tidak ada hubungannya.”

“ Donghwa, coba katakana pihak sekolah harus bagaimana lagi?” Tiba-tiba ruangan Jung sajangnim sepi. Reflek aku lebih merapatkan telingaku di daun pintu.

“Kau sudah diberi perlakuan khusus di sekolah ini, semua pihak sekolah bisa maklum. Tapi kalu masalah kekerasan fisik itu tidak bisa di toleris.” Jelas Jung sajangnim

“Saya tidak melakukan kekerasan di sekolah.” Bantah Donghwa

“Kau membuat Kim Youngwoon kelas 3-b terkapar di rumah sakit, dank au bilang itu bukan kekerasan?” Tanya Jung sajangnim marah

“Saya kan tidak melakukannya di lingkungan sekolah,, seandainya si Youngwoon itu ko’it pihak sekolah tidak perlu ikut campur.” Bantah Donghwa lagi

“Aissshhh,, kenapa Donghwa selalu melawan sih?” gumamku pelan. Aku mendekatkan tubuh dan telingaku lagi kearah pintu

“Tapi orang tua Youngwoon menelepon pihak sekolah dan…” Belum sempat Jung sajangnim menyelesaikan perkataannya Donghwa sudah memotong,, “Kalo orang tua si brengsek itu minto pertanggungjawaban, suruh langsung menghadapku LEE DONGHWA.” Sahut Donghwa kencang

Seketika suasana hening, aku tidak bisa mendengar apa-apa lagi. Kontan aku makin merapatkan telingaku ke pintu, posisiku agak jongkok kali ini, benar-benar mirip pengintip.

“Aduh, kenapa tetap tidak ada suara?” gumamku pelan, dan…

 

BRRAAKK…

 

Tiba-tiba saja pintunya terbuka, aku kaget ½ mati dan…. “Uuppss….!”

Rasanya jantungku akan melompat dari tubuhku sekarang, keringat dingin mengucur deras di pelipisku, tubuhku serasa limbung. Bagaimana tida? Sekarang tubuh tinggi Donghwa sedang berdiri dihadapanku, ditambah lagi posisiku yang tidak pas, benar-benar mirip pengintip. Kyaaa,,,, memalukan sekali!!!

 

“Sedang apa kau?? Nguping ya??” Tanya Donghwa datar.

 

Aku langsung berdiri membetulkan posisiku, tapi dengan wajah tetap menunduk. Aku tidak berani menatap Donghwa.

Donghwa mendengus kesal, kemudian matanya menyusuri wajahku. Aku memberanikan diri menatapnya..

Ommooo,,, tatapannya sadis sekali, rasanya aku ingin menangis. Tak lama Donghwa langsung meninggalkanku yang masih shock dan ketakutan begitu saja, aku menatap punggungya dengan perasaan yang bergidik ngeri.

 

—Youngmis’s Rooms—

Aku benar-benar tidak bisa tidur mala mini, memalukan sekali kejadian tadi siang disekolah. “Kenapa aku harus nguping??” Rutukku sebal

Donghwa pasti sangat membenciku, tatapan matanya tadi begitu menyeramkan. Padahal dulu tatapan Donghwa begitu lembut saat dia menolongku dari kegenitan Kang saenim.

“Chankkaman,, menolongku?? Apa dia masih ingat pernah menolongku?? Pasti dia sudah lupa..” gumamku

Padahal sejak saat itu aku mulai menyukai,, aniyo mungkin aku jatuh cinta pada Donghwa, pada tatapan lembutnya. “Arrrgghhh,, Kim Youngmi babo… Pokoknya besok aku harus minta maaf padanya”.

 

—Paran High School—

 

~Author POV~

Pagi-pagi sekali Youngmi sudah berangkat sekolah, dia berjalan menyusuri koridor dengan terburu-buru. Sesekali dia menggigit bibir bawahnya saking gugupnya.

Akhirnya Youngmi sampai di kelas 2-B, kelasnya Donghwa. Youngmi clingak-clinguk, matanya menyapu seluruh ruang kelas tapi Donghwa belom dating, hanya ada Ryeowook si kutubuku yang lagi membaca. Ryeowook adalah siswa PHS yang dateng paling pagi setiap harinya, setiap tahun ga ada yang bisa mengalahkan rekornya. Beberapa anak kurang kerjaan sempet berusaha dateng lebih pagi dari Ryeowook, tapi hasilnya?? Nihil..

Jadi mereka menarik kesimpulan kalo Ryeowook tidur di sekolah, jadi sampe tahun berapapun ga ada yang bisa nandingin dia. Kekekeke

Karena kecewa ga bisa nemuin Donghwa di kelasnya, Youngmi berniat untuk kembali kekelas , dan ketika dia bebalik Donghwa sudah berdiri tepat dihadapannya hendak masuk kelas. Youngmi kaget bukan maen, selain itu jarak mereka berdua juga sangat dekat, sampai-sampai Youngmi bisa mencium aroma sabun mandi dari tubuh Donghwa.

“Minggir…!” Kata Donghwa dengan ekspresi yang sangaaat datar.

“Eh……??” Youngmi gugup dan langsung sadar kalo dari tadi dia ngalangin jalan, sampe Donghwa ga bisa masuk kekelas. Youngmi menggeser tubuhnya dan memberikan Donghwa jalan.

“Do….. Donghwa.” Panggil Youngmi ragu. Donghwa menoleh, Youngmi langsung masang ekspresi

–aku ingin bicara- sambil meremas-remas jas seragamnya. Donghwa melemparkan ranselnya ke bangku paling belakan dan menghampiri Youngmi.

“Wae…?” tanyanya galak. Youngmi melirik kearah Ryeowook yang lagi bengong seakan nonton film gratis *bayangin aja tampang blo’onya wooki kalo lagi bengong, plaakkk*.

“Aku…. Aku…. Mianhae.” Bisik Youngmi pelan. Donghwa malah diam dan langsung ngeloyor pergi ninggalin Youngmi begitu saja.

Youngmi mengikutinya dari belakang. “Soal kemarin…” kata Youngmi

Donghwa menoleh. “Kenapa?”

“Aku… aku… yang menguping.” Kata Youngmi sambil menunduk

Donghwa berhenti. “Aku tidak ambil pusing, itukan hak-mu.” Sahutnya pelan

Youngmi malah diam, bingung mau ngomong apa..

“Kau sudah sarapan??” Tanya Donghwa tapi masih galak. Youngmi menggeleng dengan ekspresi bengongnya *author kebanyakan bengong*.

“Sama, aku juga belom makan”. Sahut Donghwa sambil memainkan dasi yang dikenakannya asal.

“Sarapan bareng yuk…!” Ajak Donghwa, tapi tetep dengan muka yang jutek abizz

“Nde…?” Tanya Youngmi bingung. Dia kan mau minta maaf, koq malah diajak sarapan bareng.

“Aku tau kau mendengarnya.” Kata sambil terus jalan ke arah kantin. Akhirnya Youngmi mengikuti Donghwa dari belakang, selain itu Youngmi juga laper belom sarapan.

“Kau mau makan apa…?” Tanya Donghwa datar

“Nde…? Oh,, ramen saja.” Sahut Youngmi

“Ahjumma, 2 mangkuk ramen cepaaat!!!” teriak Donghwa kencang

Tak lama pesananpun dating, Donghwa langsung menyantap ramen itu dengan lahap, sementara Youngmi malah jadi ga selera makan. Dia hanya mengaduk-aduk ramennya sambil sesekali mencuri-curi pandag kearah Donghwa.

‘Sebenarnya dia sangat tampam, alisnya, matanya, hidunghya, dagunya dan…. Bibirnya….. Aigoooo,,, kenapa terlihat begitu sempurna.’ Batin Youngmi. Tanpa sadar Youngmi malah senyum-senyum sendiri *author mulai gila*

“Aku tau aku tampan, tapi bisakah kau tidak memandangku terus! Kau seperti akan memakanku.” Kata Donghwa cuek sambil nyeruput minumannya

“Uhukk,, uhukk, , uhukk….” Youngmi tersedak mendengar ucapan Donghwa

‘Memangnya dia sadar kalo aku terus memperhatikannya??’ Kim Youngmi kau ini babo sekali. Pasti Donghwa makin ilfeel padaku…!!!’ rutuk Youngmi dalam hati..

 

T.B.C.

 

Mian kalo banyak typonya -__-, mian juga kalo bahasanya ga sesuai EYD, sengaja aku bikin gak baku karena genrenya yang agak romance.. Nanti di part 4 bahasanya baru sesuai EYD ^^..

 

Don’t forget for RCL.. Gomawo readers.. ^^

 

Follow me @Yenis010191, mention if you want to follback.. ^__^

 

Created by: Ney Hae Wonkyu (Yenna Kim)

~Strawberry Cream Kiss ~ ^Introduction^

~Strawberry Cream Kiss ~ ^Introduction^

Anyoeng Yoerobeun…

 

Ini ff adaptasi dari Novel yang judulnya sama “Strawberry Cream Kiss” karya Felice Cahyadi. Novel favorit aku, plus penulis indonesia favorit aku juga.. Disini aku ganti castnya ma Donghae, tapi nanti ada beberapa adegan yang aku tambahin dikit,, hehehe! Namanya juga adaptasi…

Kali ini saya buat intronya dulu ya, biar readers tercinta ga pada bingung.. yaudah ga usah banyak bacot langsung dibaca za ya!!

Bekicoot…

Eh salah,, maksudnya Cekidot!!!

Lee Donghae

Merupakan salah satu murid dari Nadam High School. Namja pintar dan tampan serta kharismatik, Lee Donghae merupakan bintang sekolah NHS. Seluruh warga sekolah begitu mengagumi dan mengidolakannya. Pewaris dari Lee Corporation yang merupakan donatur no #1 di sekolahnya.. Sifatnya yang ramah dan selalu tersenyum membuatnya banyak digilai oleh murid yeoja di NHS, akan tetapi cintanya hanya untuk sorang gadis sederhana yang telah mencuri hatinya satu tahun yang lalu. Donghae mempunyai sodara kembar yang memiliki sifat bertolak belakang dengannya Lee Donghwa.

Lee Donghwa

Sodara kembar Lee Donghae, merupakan Bad boy no #1 di sekolahnya Paran High School. Sifatnya yg cuek, berandalan sekolah, jago berantem dan suka seenaknya menjadikan dirinya murid paling ditakuti di sekolah.. Mulai dari sesama murid PHS, tukang kebon, penjaga sekolah, saenim ampe kepala sekolah semuanya takut kepada seorang Lee Donghwa.. Penampilannya urakan abis, hobinya tidur di kelas, suka bolos saat jam pelajaran.. Dengan segala kelakuan minusnya bagaimana jadinya kalo preman no #1 di PHS itu jatuh cinta???

Kim Youngmi

Siswi Paran High School, merupakan gadis yang biasa saja. Penampilannyapun sederhana, siswi yang pintar dan menyenangkan. Selalu mengikat rambutnya membentuk ekor kuda, tidak pernah terlibat kasus aneh di sekolah seperti Donghwa. Namun merupakan cinta matinya Donghae sampai membuat seorang Lee Donghae rela melakukan apapun demi bisa lebih dekat dengannya.

Shin Raena

Gadis cantik dari keluarga terpandang, merupakan gadis paling cantik dan populer di Nadam High School. Begitu mengagumi sosok Lee Donghae, dia bahkan rela melakukan apa saja demi dapat menarik perhatian namja pujaannya.

Lee Hyorin

Guru muda yang mengajar Bahasa Inggris di Nadam High School, Hyorin saenim adalah guru yg cantik, pintar, elegan dan sangat ramah.. Sangat dekat dengan murid-muridnya terutama Lee Donghae. Sampai suatu hari Hyorin saenim terlibat skandal dengan Lee Donghwa yg membuat reputasi Donghae hancur di sekolah.. Kira” apa ya skandalnya??

Karena Donghae naksir yeoja di sekolah Donghwa, merekapun bertukar peran untuk memudahkan Donghae mendekati si yeoja. Tapi semua ga berjalan lancar, disaat nama baik Donghae di sekolah harus hancur gara-gara ulah Donghwa. Sedangkan yeoja yg ditaksir Donghae malah naksir kembarannya sendiri Donghwa.

 

Othhe?? Suka ma intronya ga?? RCL ya biar lanjutinnya semangat..

 

Gomawoo readers ^^

 

Follow me @Yenis010191, mention if you want to follback.. ^__^

 

 

 

Hollaaa…! ^^

Anyoengg….

Selamat dateng di rumah baruku.. awalnya ga mau bikin blog, tapi setelah melihat chingudeul yang lain pada punya blog aku terpaksa deh ikut-ikutan.. Oh ya, perkenalkan..

Yenni imnida, lahir tanggal 1 januari 1991 *saya tau udah tua*. sebenernya saya lahir di Bandung, tapi entah kenapa di akte, izazah, dan ktp saya di tulis kalo saya lahir di cirebon.. *abaikan*

Sangat amat mencintai super junior, kenal suju sejak 12 Desember 2006 tapi ga interest. Kesan pertama liat suju “apaan nih boyband, mo nyanyi apa tawuran koq rombongan??” dan kenalah saya karma makanya sekarang jatuh cinta ampe mo sekarat ma suju..

Bias pertamaku di suju adalah….

Yap,, si ikan mokpo.. ikan paling tuampan se muka bumi, dunia akhirat, alam nyata dan alam bawah sadar.. ketampanannya mutlak, ga bisa diragukan.. mwahaha..

Dan gara-gara dia posisi siwon di hatiku tergeser sudah karena siwon makin mirip sama om-om *dikemplang*.. sampe sekarang belom ada yang bisa ngeganti posisi abang ikan dihatiku.. Biarpun ada iblis ganteng yang suka godain.. keke

Bias kedua aku…

Hehe, om siwon jadi bias kedua saya sekarang.. ya biarpun kata orang dia yang paling ganteng di suju, tapi buat saya dia cukup di nomor 2 za kayanya..

Nah ini dia bias ketiga saya yang sering bikin galau..

Siapa lagi kalo bukan si evil maknae.. Cho Kyupret,, eh salah Cho Kyuhyun maksud saya.. biarpun wajahnya kadang berlubang-lubang, tapi pas ngeliat piku diatas saya langsung meler, keringet dingin. asli ga pake bo’ong Kyu ganteng en sekseh banget.. hehe

Segitu za ya intronya,, masih ada yang ditanyakan kah?? Gomawo buat readers yang udah mau berkunjung ke blog hina dina ini.. dan diharapkan komen dan likenya tiap baca postingan disini.. Gamsahamnida.. ^^

Yenni Kim..

Istri sahnya Donghae.. hahaha

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.